Cinta Kebersihan Menyenangkan

freewarepack.com – Cinta Kebersihan Menyenangkan, cerita ini ditulis sebagai diary semoga bisa memberikan cerita yang bermanfaat untuk anda.
Pada suatu hari ada sebuah keluarga yang tidak mampu tinggal di sebuah pemukiman yang kumuh. Keluarga itu terdiri dari ayah yang bernama Pak Doel, ibu yang bernama Bu Ani, seorang anak laki-laki bernama Dito dan seorang anak perempuan yang bernama Dita. Pak Doel dan Bu Ani bekerja sebagai pemungut sampah. Dito sedang duduk di bangku kelas 3 SD, sedangkan Dita duduk di bangku TK B. Sekolah Dito dan Dita tidak di gedung sekolah, melainkan hanya di tempat beralaskan tanah yang luasnya kira-kira 3x4m saja.

Cinta Kebersihan Menyenangkan

Suatu waktu, Dita ingin sekali memiliki rumah yang bersih, indah, nyaman, rapi, dan mewah. Namun, ibunya membantahnya.
“mana mungkin mereka bisa tinggal di tempat tersebut. Ayah dan ibu hanya pemungut sampah. Dan belum tentu juga kamu dan juga kakakmu dapat meneruskan sekolahnya sampai ke jenjang kuliah.” Kata Bu Ani pada Dita. Tapi, ayahnya membantah ibunya.
“bu, walaupun ayah dan ibu hanya bekerja sebagai pemulung, ayah akan terus berusaha sekuat apapun agar Dito dan juga Dita berhasil.” Kata Pak Doel tegas pada Bu Ani. Walaupun dengan hidup yang tidak berkecukupan Pak Doel ingin cita-cita anaknya tercapai. Dito bercita-cita sebagai ahli kesehatan, sedangkan Dita bercita-cita sebagai Duta Kebersihan.

Walaupun Dito dan Dita masih kecil, tetapi mereka sangat mencintai lingkungannya. Dan walaupun kedua orang tuanya pemungut sampah, mereka tetap tidak suka dengan yang namanya sampah yang berserakan. Tidak hanya kedua orang tuanya saja yang bekerja sebagai pemungut sampah, tetangga-tetangga Dito dan Dita juga sebagai pemungut sampah. Karna hal tersebut, Dita ingin menjadi Duta Kebersihan. Walaupun sebenarnya Dita tidak mengerti pasti apa arti sebenarnya dari cita-citanya tersebut, tapi dia yakin bila Duta Kebersihan suka bersih, dan juga rapi.

Cinta Kebersihan Menyenangkan

Saat disekolah Dita, Dita dan teman-teman seumurannya sedang mempelajari cita-cita. Kata gurunya, setiap orang harus memiliki cita-cita. Dita sempat bertanya kepada gurunya yang bernama Ibu Guru Vina.
“Ibu guru, mengapa kita harus memiliki sebuah cita-cita?” tanya Dita penasaran.
“ya harus Dita. Karena cita-cita adalah keinginan seseorang untuk kehidupan di hari-hari esok. Misalnya seperti dokter, guru dan lain sebagainya.” Jawab Ibu Guru Vina dengan jelas.
Selain itu, gurunya juga memberi pekerjaan rumah kepada murid-muridnya termasuk Dita, untuk menggambarkan apa yang dicita-citakannya, lalu dijelaskan mengapa ia memilih cita-cita tersebut. Dita bertanya lagi pada gurunya. Bagaimana caranya untuk menggambar Duta Kebersihan.
“Ibu guru, saya ingin menjadi Dinas Kebersihan. Tetapi, saya tidak tahu bagaimana cara menggambarkannya. Apakah ibu dapat membantu saya?” tanya Dita dengan semangat.
“wah, cita-cita mu sangat bagus Dita? Jadi, cara menggambarnya seperti ini. Kamu gambar orang, lalu peralatan kebersihan misalnya sapu, dan lain-lain. Jangan lupa untuk mewarnai gambarnya. Nanti kamu coba ya?” jawab Ibu Guru dengan menggambar diselembar kertas miliknya, guna untuk menjelaskan Dita.
“baik bu. Saya mengerti sekarang. Terima kasih ya bu?” ucapnya pada gurunya.

Cinta Kebersihan Menyenangkan

Setelah bertanya pada gurunya, Dita pun mengerti. Selesailah tugas Dita dari gurunya tersebut. Esoknya, ia bercerita kepada guru dan teman-temannya tentang cita-citanya tersebut. ‘”hal yang pertama harus dilakukan untuk menjadi Dinas Kebersihan adalah menjaga kerapian, kebersihan pakaian. Lalu, yang kedua kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.” Kata Dita dihadapan teman-teman dan gurunya. Walaupun lingkungan tempat tinggalnya kumuh dan kotor karena sampah, Dita tidak ingin lingkungan rumahnya terlihat kotor, kumuh, dan jelek karena sampah. Walaupun kedua orang tuanya bekerja sebagai pemungut sampah, rumahnya sangat rapi, dan bersih. Tidak ada 1 sampahpun yang berserakan di depan rumahnya. Dia sangat cinta dengan kebersihan. Jika dia melihat sampah, dia sesegera mungkin mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah.

Banyak orang yang heran dengan kelakuan Dita. Banyak yang berpikir mengapa Dita melakukan hal seperti itu? Padahal orang tuanya bersikap biasa saja pada kebersihan. Jika ada sampah dilingkungan rumahnya, orang tua Dita tidak segera mengambilnya. Bahkan membiarkannya. Para tetangga Dita menyangka bahwa Dita akan menjadi Dinas Kebersihan. Karna sikapnya yang sangat-sangatlah cinta terhadap lingkungan. Sangat-sangatlah berbeda dengan Dita. Dito yang kakaknya Dita pernah sesekali membuang sampah di halaman rumahnya. Lalu, Dita sangat marah, sedih dan kecewa pada kakak laki-lakinya tersebut. Tetapi, marahnya tidak lama hanya beberapa menit saja. Lalu, Dito meminta maaf pada Dita atas perbuatannya yang telah membuat adik kesayangannya marah, kecewa, sekaligus bersedih karena sampah.

Cinta Kebersihan Menyenangkan

Tidak hanya dirumahnya saja, Dita juga melakukan kebiasaan bersih dimana-mana. Baik di sekolah hingga rumah temannya. Dia juga pernah menasehati temannya yang bernama Ira. Saat itu, Dita sedang bermain dirumah Ira. Kedua orang tua Ira juga berprofesi sebagai pemungut sampah. Ada banyak sekali sampah yang berserakan dihalaman rumah Ira. Lalu, Dita mengajak Ira untuk menyapu halaman rumah Ira bersama-sama. Setelah itu, baru Dita masuk kerumah Ira. Di dalam rumah Ira juga masih ada sampah yang berserakan. Tetapi tidak sebanyak yang berada di halaman rumahnya. Dita menasehati Ira supaya rumahnya selalu bersih dan rapi seperti rumahnya, walaupun kedua orang tua mereka bekerja sebagai pemungut sampah. Sejak saat itu, Ira teman Dita cinta dengan kebersihan.

2 Minggu kemudian, Dita juga Dito menjalani Ujian Akhir Semester 2 di sekolahnya. Dita akan segera naik ke bangku kelas 1 SD. Sedangkan Dito akan naik ke bangku kelas 4 SD. Waktu yang mereka perlukan untuk UAS atau Ujian Kenaikan Kelas adalah 6 hari. Ujianpun telah selesai mereka laksanakan. Orang tua Dito dan Dita mengambilkan rapor untuk anak-anaknya. Dita dan Dito naik kelas. Dita mendapatkan nilai yang sangat bagus terutama pada nilai kerapian, kebersihan, dan keindahan nilainya A semuanya. Dita sangat senang, mendapat nilai A pada nilai kebersihan, kerapian, dan juga keindahan.

Cinta Kebersihan Menyenangkan

Bertahun-tahun telah berlalu. Dita berkuliah di Universitas yang berada di U.S.A karena beasiswa. Dia mendapat gelar S 1 dan S 2 disana. Dan impiannya terwujud untuk menjadi Dinas Kebersihan di Amerika Serikat dengan jabatan tertinggi. Tidak hanya itu, dia tidak tinggal di tempat yang kumuh itu lagi bersama keluarganya. Teman-temannya juga, walaupun tidak mendapat beasiswa diluar negeri, tetapi mereka berhasil mencapai cita-citanya. Dito berhasil menjadi ahli kesehatan. Dan juga, tempat yang kumuh itu kini menjadi taman yang sangat indah dengan banyak pepohonan. Siapa saja yang membuang sampah disitu akan dikenai denda.

Baca juga: Kisah Inspiratif Terbaik Tentang Bakti Kepada Orang Tua

Jadi, siapapun dapat meraih cita-citanya dengan mengerjakan yang paling mudah dahulu. Jadikanlah cita-citamu sebagai target karna kamu harus meraihnya untuk kehidupan di hari esok. Belajarlah untuk serius dengan cita-citamu itu sejak dini, agar kamu dapat meraihnya. Jika kau ingin menjadi dinas kebersihan, hal yang pertama harus dilakukan adalah menjaga kerapian, keindahan, dan tentunya kebersihan diri. Lalu yang kedua, kebersihan lingkungan sekitarmu, seperti kamar tidur, rumah, dan halaman rumah. Dan yang ketiga kebersihan ditempat-tempat umum, seperti di Bandar Udara, tempat perbelanjaan, dan yang lainnya..
by: Shinta Bella P, Sidoarjo, Jawa Timur