Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Freewarepack.com – Perempuan makluk ciptaan allah yang sulit untuk dimengerti banyak pria, sesuai dengan cerpen kita ini tentang perempuan itu unik.

Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik
Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Mr. …(8:47:13): pria tidak boleh memakai perasaan, tapi pria harus memakai logika.!!! kamu tahu maksudnya?
Mr. … (8:47:28): yang boleh pakai perasaan mungkin hanya wanita!!!
Mr. …(8:47:46): dan sekarang aku ajarkan kamu satu hal…!!!
Mr. … (8:48:00): gunakan logika dan singkirkan perasaan….
Mr. … (8:48:11): paham…!!!???
Mr. … (8:48:42): aku nggak menyalahkan kamu…tapi ini realita hidup…
Mr. … (8:49:20): kamu telah dipilih oleh allah untuk menjalani ini semua dan ada arti tersendiri yang telah direncanakan allah dibalik ini semua…
Mr. … (8:49:48): coba flashback dimana letak kekurangan dan kesalahan kamu…?
Mr. … (8:50:12): semua terjadi karena kamu slalu memakai perasaan dibanding logika dan akal sehat kamu…

Begitulah reaksi yang kuterima dari salah satu teman terbaikku, saat aku berbagi cerita lewat Ym malem itu. Minggu lalu, adalah minggu yang sangat berat untukku… Breaking My Heart Again… halagh, hehehe… ;))

But, aku mencoba untuk tidak larut dalam kesedihan, thanks untuk temen-temen yang udah menghibur dan menemaniku, khusus buat mas Iyan makasiiiiihnya pake banyak ??

Dari secuil cuplikan chat diatas aku banyak berfikir, benarkah aku terlalu berperasaan? hm… jujur kuakui… iya, aku terbiasa memakai perasaan tanpa logika dan akal sehat yang sebanding. Dan itu memperparah keadaan, membuat masalah menjadi makin runyam, kesedihan terlihat lebih memilukan…hiks T_T

weeeew #:-s

Cukup…cukuuup… cerita pribadinya, kembali ke topik awal, perempuan itu unik!!! hm… dilihat dari sudut pandang yang mana? Perasaan vs Logika.

Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Fakta memang menunjukkan bahwa wanita lebih menggunakan sisi perasaannya daripada pemikiran logis. Hampir semua pikiran, ucapan dan perbuatan wanita didasari dengan mempertimbangkan perasaannya. Kecenderungan mekanisme batin ini sering membuat komunikasi antara wanita dengan pria kadang tidak selaras, karena pada umumnya pria lebih menggunakan sisi pemikiran logis.

Perasaan merupakan akumulasi dari berbagai emosi. Manusia memiliki beberapa macam emosi fundamental, seperti : senang, kaget, sedih, marah, malu dan takut. Perasaan adalah hasil dari gabungan beberapa emosi. Misalnya stres adalah perasaan yang dihasilkan oleh akumulasi emosi sedih, marah dan takut. Artinya, perasaan merupakan reaksi baru dari paduan berbagai macam emosi. Wanita hidup dengan dan sangat bergantung dari reaksi-reaksi ini. Wanita cenderung berbuat suatu hal untuk memuaskan perasaannya. Karenanya tidak jarang wanita mengalami konflik batin.

Pria cenderung mendominasi aktivitas batinnya dengan pengamatan indera. Apa yang ditangkap oleh indera, itulah yang menjadi basis responnya. Ketika sampai di perasaan, pria pada umumnya akan meneruskan impuls dan mengunyahnya di pemikiran logis. Setelah dicerna dan dibandingkan dengan dunia luar, pria akan merespon dan melakukan perbuatan. Sedangkan wanita umumnya akan meneruskan impuls dari pemikiran logis untuk dipertimbangkan lagi di sisi perasaan. Ibarat kerja dua kali. Setelah menyimpulkan suatu hal secara logis, wanita cenderung kembali mengauditnya lewat perasaan. Karenanya wanita terlihat lebih sensitif.

Lalu apa yang menyebabkan wanita lebih menggunakan perasaannya? Ketika wanita merasakan suatu hal, impuls akan membuat perasaan bekerja dengan sistem limbic hingga naik ke neokorteks. Impuls ini akan naik lagi sampai di otak kanan. Sampai di sini, impuls juga akan diteruskan lewat jaringan corpus callosum menuju otak kiri. Otak perempuan memiliki enam sampai tujuh pusat bahasa di belahan kanan dan kiri. Perempuan juga kadang tidak membutuhkan lintas belahan ini untuk mengekspresikan perasaannya secara verbal. Selain itu, hormon estrogen juga mempengaruhi pola pikir perempuan tentang perasaannya.

Fakta bahwa perempuan bekerja dengan sistem perasaan ini memberikan gambaran jelas bahwa sebenarnya wanita lebih egois daripada pria. Ya, wanita lebih mementingkan perasaannya sendiri. Wanita lebih mudah untuk hanyut dalam perasaan, lebih mudah mengasihani diri sendiri, dan juga lebih mudah untuk mengabaikan realita. Namun jangan salahkan keegoisan wanita ini.

Perbedaan itu ada Fitrahnya.

Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Charles Darwin dalam The Descent of Man menguraikan bahwa pria dan wanita memang berbeda dalam berbagai hal, dalam ukuran tubuh, kekuatan tubuh, dan seterusnya sampai dengan hal pemikirannya. William Thimas dalam artikelnya 1987, mengatakan bahwa otak perempuan lebih kecil daripada otak pria.

Sedangkan Ruben Gur, seorang ahli syaraf dari Universitas Pensylvania mengatakan bahwa otak wanita dan otak pria ternyata bekerja dengan cara yang berbeda. Penelitian-penelitian lain juga membuktikan bahwa jumlah darah dalam otak wanita lebih banyak 15 % dibandingkan dengan jumlah darah dalam otak pria.

so, dari sekian banyak penjelasan yang ada semuanya menunjukkan kalau pria memang berbeda dengan wanita. Dr. Alexis Carrel, seorang dokter dan juga peraih nobel, berkata bahwa perbedaan tersebut berkaitan juga dengan kelenjar dan darah masing-masing kelamin.

Baca juga: Cara Untuk Sukses dan Kaya

Begitulah kira-kira hehe… ?? ini bukan pembelaan diri, hm… atau memang ke-egois-an ku yang selalu ingin dimengerti??? ??

Ini semua adalah keunikan sebagai seorang wanita. Di balik keegoisan wanita, terdapat banyak sekali keramahan dan kelembutan yang mengembang.

weeew, ada yang melintas… gimana coba kalau pria yang dituntut untuk lebih berperasaan????? ??

Luv Friday

“nulis di kamar, saat hujan”

Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Freewarepack.com – Cerita Pendek Phobia Jarum Suntikini bagus buat teman-teman yang phobia atau ada sanak saudara yang takut untuk disuntik.

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik
Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Membayangkan jarum suntik adalah hal yang paling menakutkan buat Anita. Dia memang phobia terhadap jarum suntik. Hal yang paling ia benci adalah pergi ke dokter. Kalau Anita sakit biasanya ia akan merengek pada mamanya. Ia mau diajak pergi ke dokter dengan syarat dia tidak akan di suntik. Hanya diperiksa dan minum obat saja.

Anita masih ingat kejadian waktu ia masih di TK dulu. Setiap enam bulan sekali ada dokter gigi yang memeriksa kesehatan gigi anak-anak. Anita saat itu ketakutan dan menangis. Ia takut kalau ia dan teman-temannya akan disuntik. Mulai saat itu Anita selalu menjaga kesehatan giginya agar tidak sakit, sehingga saat ada pemeriksaan gigi dia akan aman.

Sekarang Anita sudah kelas tiga SD. Ia bersekolah di SD Harapan Mulia. Anita adalah anak yang pandai dan ramah. Ia juga baik hati. Temen-temannya sayang dan baik kepadanya. Tapi sudah dua hari ini Anita tidak terlihat bermain bersama teman-temannya. Menurut surat keterangan yang dikirim orang tuanya anita sedang sakit.

***

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Hal ini membuat teman-temannya menjadi sedih karena tidak dapat bermain bersamanya. Anita mempunyai beberapa sahabat karib. Dina, Ratih dan Sofia, mereka adalah sahabat karib Anita.

“Anita sakit apa yah?” Sofia bertanya pada Dina dan Ratih saat istirahat. Sofia adalah teman satu bangku Anita. Jadi wajar kalau Sofia paling merasa kehilangan karena tidak ada teman di sebelahnya saat belajar di kelas.

“Iya, kita kan jadi nggak bisa belajar dan bermain bersamanya.” Lanjut Dina.

“Bagaimana kalau nanti sore kita pergi kerumah Anita untuk menjenguknya. Kita rayu dia agar mau pergi ke dokter. Aku yakin kalau Anita belum pergi kedokter karena dia kan masih takut kalau dia nanti akan di suntik.” Jawab Ratih pada dua sahabatnya.

“Kamu benar Ra, Anita kan paling takut sama dokter. Aku ingat tiga bulan yang lalu saat Anita sakit juga harus kita rayu sampai akhirnya mau pergi ke dokter. Aku setuju kalau nanti sore kita pergi kerumahnya untuk melihat keadaan Anita.” Kata Sofia bersemangat.

“Aku juga setuju dengan usul mu Ra.” Dina juga menyetujui usul Ratih.

“Ok, kalau begitu nanti setelah kita pulang sekolah dan beristirahat sebentar, kalian berkumpul di rumahku saja ya. Nanti kita pergi bersama-sama kerumahnya dengan sepeda.” Lanjut Ratih.

“OK.” Jawab Dina dan Sofia serempak.

Setelah merencanakan hal itu, Ratih, Dina dan Sofia segera masuk kedalam kelas karena waktu istirahat juga sudah habis. Mereka bertiga berniat untuk menjenguk dan merayu Anita agar mau pergi ke dokter. Mereka berencana pergi kerumah Anita dengan menggunakan sepeda. Rumah mereka berempat memang tidak terlalu jauh, jadi tidak perlu minta diantarkan oleh orang tua mereka. Mereka biasa saling mengunjungi dan bersepeda bersama-sama.

***

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Sesampainya dirumah mereka bertiga segera beristirahat sebentar. Anak-anak tersebut memang terbiasa untuk tidur siang sebentar setelah pulang sekolah untuk memulihkan tenaga mereka. Setelah selesai mandi mereka segera meminta izin pada mamanya untuk pergi kerumah Anita untuk menjenguknya. Mama mereka mengizinkan dan berpesan untuk hati-hati saat bersepeda kerumah Anita. Mama mereka juga menitipkan salam untuk mama Anita. Persahabatan mereka berempat juga membuat orang tua masing-masing menjadi saling kenal dan akrab.

Sementara di rumah Ratih, ia terlihat sudah siap untuk pergi dan menunggu kedatangan Dina dan Sofia. Tidak lama Ratih menunggu, kedua sahabatnya sudah datang kerumahnya. Dan mereka bertiga segera berpamitan pada mamanya Ratih. Dan setelah itu mereka mengayuh sepeda masing-masing dengan bersemangat untuk menjenguk Anita.

“Assalamu’alaikum” Kata Sofia sesampainya di rumah Anita.

“Wa’alaikumsalam…” Terdengar jawaban dari dalam rumah. Terlihat mamanya Anita membukakan pintu.

“Selamat sore tante, kami ingin menjenguk Anita. Anitanya sakit apa tante?” Sapa Ratih begitu mamanya Anita keluar.

“Selamat sore, iya Anita sedang sakit. Ia demam sejak dua hari lalu. Untunglah kalian datang, tante sudah tidak bisa membujuk Anita untuk mau pergi diajak ke dokter.” Jawab mama Anita dengan ramah dan segera mempersilahkan mereka untuk masuk.

“Oiya Tante, ada salam dari mama kami untuk tante.” Kata Dina menyampaikan salam dari mama mereka sebelum lupa.

“Terima kasih dan ucapkan salam tante pada mama kalian juga ya. Kalian masuk kekamar Anita saja. Pasti Anita senang kalian kesini menjenguknya. Tante akan buatkan minum dulu untuk kalian.” Jawab mama Anita.

“Iya tante, terima kasih.” Jawab ketiganya.

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Kemudian mereka bertiga segera masuk kekamar Anita untuk melihat kondisi Anita. Mama Anita pergi kedapur untuk membuat minum dan menyiapkan makanan kecil untuk mereka.

“Hai Anita, boleh kami masuk?” sapa Dina di depan pintu kamar Anita.

“Hai, boleh dong.” Jawab Anita yang terdengar lemas tapi ia masih bisa tetap tersenyum.

“Anita, kamu sakit apa? Kami kan khawatir dan sedih tidak bisa belajar dan bermain bersamamu di sekolah.” Kata Sofia yang paling mengkhawatirkan keadaan Anita teman sebangkunya itu.

“Kenapa kamu tidak pergi ke dokter?” lanjutnya.

“Ah cuma sakit demam saja kok. Kalian nggak perlu khawatir pasti sebentar lagi juga aku akan sehat dan bisa belajar dan bermain bersama kalian lagi.” Jawab Anita.

“Anita, kamu nggak boleh menyepelekan penyakitmu. Dokter harus memeriksamu agar kamu bisa segera sembuh. Kamu nggak boleh takut sama dokter.” Kata Ratih.

“Kamu harus menghilangkan rasa takutmu Anita. Bukankah kesehatan itu lebih berharga? Kalau kamu sehat kita akan belajar dan bermain disekolah bersama-sama lagi. Kamu harus mau kedokter.” Rayu Sofia.

“Oiya, Anita aku punya tante seorang dokter anak. Tanteku itu baru pulang dari Jepang. Dia seorang dokter anak yang baik dan ramah pasti kamu akan suka diperiksa sama tanteku. Kamu mau kan periksa disana.” Kata Dina pada Anita.

Setelah dibujuk oleh teman-temannya akhirnya Anita mau juga pergi ke dokter. Anita memilih pergi ke rumah tantenya Dina yang dokter itu. Malam itu juga Anita pergi ke alamat rumah dokter yang diberikan Dina tadi siang. Dia diantarkan oleh papa dan mamanya. Papa dan mamanya merasa senang akhirnya Anita mau diajak untuk pergi kedokter.

***

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Tantenya Dina memang seorang dokter anak. Dia baru saja pulang dari Negeri Sakura untuk melanjutkan pendidikannya. Negeri Sakura adalah sebutan untuk Jepang. Karena bunga sakura yang tumbuh di negara tersebut.

Namanya dokter Azizah. Benar juga yang dikatakan oleh Dina. Dokter Azizah terlihat sangat cantik dan ramah. Begitu Anita melihatnya, ia tidak merasa takut padanya. Dokter Azizah sangat baik dan sayang terhadap anak-anak. Ia membuat pasiennya merasa nyaman.

Bagi dokter Azizah pekerjaan dokter itu adalah pekerjaan yang sangat mulia. Sebuah pekerjaan yang tujuannya untuk mengabdikan diri pada masyarakat. Dan ia bekerja dengan hatinya. Tidak memikirkan imbalan yang besar untuk jasanya. Cukup baginya apabila pasien yang datang kepadanya dapat segera terbebas dari penyakit yang dideritanya. Dokter Azizah memang sangat baik.

Setelah dipersilahkan untuk masuk keruang periksa, Anita diajak berbincang-bincang dulu oleh dokter Azizah. Dokter Azizah tahu bahwa Anita takut dengan jarum suntik setelah di beri tahu oleh mamanya Anita. Dokter Azizah sangat sopan dan ramah. Anita pun menjadi sangat nyaman berada didekatnya.

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Dokter Azizah menjelaskan bahwa di suntik itu tidak sakit. Yang harus Anita lakukan adalah melawan rasa takutnya. Di suntik itu rasanya seperti di gigit semut. Tidak akan sakit, malah badan kita akan segera terbebas dari penyakit dan dapat ceria lagi.

Malam itu akhirnya Anita mau untuk di suntik oleh dokter Azizah. Benar saja, ternyata rasanya di suntik tidak mengerikan seperti apa yang Anita bayangkan selama ini. Papa dan mamanya sangat bahagia akhirnya Anita mau di suntik. Papa dan mama sangat berterima kasih pada dokter Azizah.

“Ma, Pa, ternyata disuntik itu nggak sakit yah?” Kata Anita pada mama dan papanya dalam perjalanan pulang kerumahnya.

“Mama sama papa kan juga sering bilang begitu. Tapi Anita yang tidak mau dengar.” Jawab mamanya.

“Iya ma, maafin Anita ya dari dulu nggak mau denger omongan mama dan papa.” Kata Anita.

“Nggak apa-apa sayang, yang penting sekarang Anita nggak takut lagi kan dengan jarum suntik.” Jawab papa bijak. Papa dan mama memang sangat sayang sama Anita.

***

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Keesokan harinya Anita sudah merasa sehat dan siap untuk pergi ke sekolah. Berkat suntikan dan obat yang diberikan oleh dokter Azizah, Anita segera sembuh. Pagi ini dengan ceria ia diantarkan papanya pergi kesekolah. Sahabat-sahabatnya di sekolah pasti akan senang sekali menyambut kedatangannya.

“Anita syukurlah kamu sudah sehat, aku senang sekali akhirnya kamu bisa berkumpul dengan kita lagi. Aku tidak akan kesepian duduk sendirian di kelas.” Kata Sofia begitu melihat sahabatnya datang kesekolah pagi itu.

“Iya, berkat suntikan dan obat dari dokter Azizah semalam akhirnya aku pagi ini bisa sekolah. Kita bisa belajar dan bermain bersama kalian lagi.” Jawab Anita sambil tersenyum.

“Hah suntikan?” Ratih, Dina dan Sofia berkata serempak. Mereka hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anita barusan.

“Kok sepertinya kalian tidak percaya sih…” Rajuk Anita.

“Bukan nggak percaya Ta, tapi kami heran apa benar kamu berani di suntik?” jawab Dina dengan lembut.

“Benar Din, ini berkat tante kamu. Dokter Azizah membuatku berani pada suntikan. Ia dokter yang sangat baik dan sangat ramah, aku suka berobat di tempat tantemu Din.” Jawab Anita menjelaskan.

“Oya? Syukurlah kalau kamu suka. Tanteku memang sangat baik dan ramah. Kebanyakan pasien ditempatnya merasa puas padanya.” Kata Dina lagi.

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

“Selain baik dan ramah, dokter Azizah juga pintar dan cantik seperti kamu ya Din.” Balas Anita memuji sahabatnya itu.

“Ah, Anita kamu memuji berlebihan. Kamu juga cantik. Sofia dan Ratih juga cantik.” Jawab Dina sambil tersenyum.

Akhirnya mereka semua dapat berkumpul kembali. Bukan hanya tiga sahabatnya yang merasa senang, tetapi teman-teman dikelasnya juga senang akhirnya Anita dapat bersekolah kembali. Sofia teman sebangkunya, tanpa diminta langsung memberikan catatan dan mengajari Anita tentang pelajaran yang tidak diikuti oleh Anita selama dua hari kemarin.

Baca juga: Cerpen Tentang Perempuan Itu Unik

Anita sangat bahagia hari ini. Bukan hanya dapat berkumpul lagi bersama teman-temannya, tetapi ia merasa senang bahwa ia mampu mengalahkan rasa takutnya pada jarum suntik. Ternyata di suntik itu tidak sakit.

Dan kesan yang didapat dari dokter Azizah membuatnya bercita-cita ingin menjadi dokter anak sepertinya. Anita ingin mengabdikan diri pada masyarakat. Menjadi dokter yang baik dan ramah. Membuat anak-anak yang takut pada jarum suntik seperti dirinya kemarin menjadi berani.

Bukankah itu merupakan cita-cita yang sangat mulia. Dan Anita pun makin giat belajarnya, karena untuk menjadi seorang dokter haruslah anak yang panbdai dan pemberani. Mama dan papa juga mendukung cita-cita Anita tersebut.

SELESAI

By Lina Sophy

Cerita Pendek Phobia Jarum Suntik

Cara Untuk Sukses dan Kaya

Freewarepack.com – Cara Untuk Sukses dan Kaya, hari ini saya akan membagikan sebuah khasanah untuk sukses dan kaya raya. Walaupun saya sendiri pun belum kaya raya

Cara Untuk Sukses dan Kaya

Cara Untuk Sukses dan Kaya
Cara Untuk Sukses dan Kaya

mau kaya?? yok kita nabung!

“Bing beng bang
Yok kita ke bank
Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey jangan dihitung
Tau tau kita nanti dapat untung”

Hm… siapa sih yang nggak kenal penggalan lagu tersebut. Lagu yang dinyanyiin Saskia dan Geovani ditahun 90-an ciptaan tante Titiek Puspa. Lagu yang ngetop saat saya masih duduk dibangku sd. Tapi sebetulnya bukan lagunya yang ingin saya bahas disini, melainkan sedikit tentang menabung. Menabung, satu kata kerja yang mudah dikatakan, namun praktiknya acap masih saja sulit dilakukan, apalagi secara rutin.

Dimulai dari cerita sederhana saya hari ini, saat saya dalam perjalanan ke sekolah untuk mengajar ekstrakulikuler, di jl. gejayan saya lihat ada penjual gerabah yang ramai dikerumunin orang. “Waaah… celengannya bagus tuh, pengen beli” pikir saya dalam hati. Tapi saya urungkan niat karena waktunya mepet, daripada telat masuk kelas mendingan pulangnya saja kalau penjualnya masih ada. Dan akhirnya saat pulang terbeli juga sebuah celengan kuda yang lumayan besar.

Celengan, kalau kita dengar kata celengan pasti akan teringat dengan masa kecil kita. Karena kebiasaan menabung dalam celengan biasanya dimulai saat kita masih kecil. Orang tua atau guru di sekolah sering mengajarkan kita untuk menabung. Dengan menyisihkan sedikit dari uang jajan untuk ditabung, dan kita akan merasa senang sekali jika kita dapat membeli sesuatu dengan uang hasil tabungan atau celengan kita sendiri.

Cara Untuk Sukses dan Kaya

Walaupun menabung dicelengan itu mungkin sudah ketinggalan jaman alias kuno. Menurut saya tetap saja ada manfaatnya, bukan hanya untuk anak-anak. Tetapi untuk orang dewasa seperti kita. Salah satu contohnya yang saya sering alami adalah ketika keuangan kita benar-benar minus kita masih bisa ditolong dengan adanya celengan.

Akan tetapi dilihat dari segi keamanan dan fungsinya, celengan sudah sangat jarang digunakan. Masyarakat cenderung memakainya hanya untuk kesenangan. Mereka lebih memilih menabung atau mendepositokan uang mereka di bank. Namun pergeseran pola masyarakat untuk menabung di Bank tersebut, diakui pula telah mengembangkan bisnis perbankan di dunia.

Banyak sekali bank baik milik pemerintah maupun swasta yang bisa dijadikan pilihan. Selain itu menabung di Bank juga bisa mendapatkan beberapa fasilitas yang cukup menarik, baik kemudahan transaksi, tingkat suku bunga, proteksi asuransi maupun program berhadiah. Alasan itulah yang menyebabkan masyarakat tertarik menyimpan uang mereka dibank dari pada dirumah.

Lalu, apakah menabung dengan cara seperti itu kita bisa menjadi kaya?

Menabung di dalam celengan, mungkin tidak akan menyebabkan kita menjadi kaya. Manfaatnya hanya sedikit, namun kita dapat belajar menyisihkan sedikit uang kita dan dapat digunakan sewaktu kita butuhkan. Sedangkan menabung di bank, jika uang yang kita investasikan dalam bentuk tabungan atau deposito berjumlah banyak jawabannya mungkin saja iya.

Cara Untuk Sukses dan Kaya

Lalu bagaimana untuk orang yang tidak mempunyai banyak uang?hm… kita masih bisa menggunakan cara lain. Cara yang lebih sederhana untuk menyimpan uang kita, dan saya jamin bisa menjadi kaya. Dimanakah tempat itu? Fakir miskin.

Bersedekah, Uang hilang dalam sekejap, amal dan kebaikan akan kekal selamanya. Bukankah ini juga menabung? ??

Manfaat sedekah tak perlu diragukan lagi. Di dunia, manfaat sedekah adalah menyucikan jiwa dari sifat bakhil dan membersihkan jiwa orang miskin dari sifat iri dan dengki. Allah SWT berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka.” (QS At Taubah 103)

Baca Juga: Cerita Pendek Tentang Seorang Pedangan Kaya dan Pelayan Bodoh

Sedekah juga akan menambahkan rezeki dan mendapat pertolongan Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum meninggal, bersegeralah berbuat baik sebelum sibuk, sambunglah antara kamu dan Tuhanmu dengan memperbanyak berzikir, memperbanyak sedekah dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, niscaya kalian mendapat rezeki, pertolongan, dan memperbaiki keadaanmu.”

Yuuuuks belajar sedekah sama-sama…

Cerita Pendek Tentang Seorang Pedangan Kaya dan Pelayan Bodoh

Freewarepack.com – Mengisahkan sebuah cerita pendek menarik tentang pemikiran sorang pedagang yang kaya raya dan pelayannya yang bodoh.

Cerita Pendek Tentang Seorang Pedangan Kaya dan Pelayan Bodoh

Di sebuah daerah hiduplah seorang pedagang kaya. Ia mempunyai seorang pelayan yang sangat lugu, sehingga orang menyebutnya bodoh.

Cerita Pendek Tentang Seorang Pedangan Kaya dan Pelayan Bodoh (ilustrasi)

Suatu hari, si pedagang berkata pada pelayannya untuk pergi ke sebuah desa yang miskin untuk menagih hutang dari para penduduknya. “Hutang mereka sudah terlalu banyak,” kata pedagang itu.
“Baiklah, tuan,” jawab si bodoh. “Tetapi apa yang akan anda lakukan terhadap uang itu nantinya?”Belikan sesuatu yang tidak aku punya,” jawab si pedagang.

Kemudian pelayan bodoh itu pergi ke desa. Ia menagih hut
ang satu demi satu dari para penghuni desa. Penghuni desa itu sangat miskin dan desa mereka baru saja menderita karena kemarau panjang.Akhirnya, si pelayan bodoh menyelesaikan tugasnya. Di perjalanan pulang ia mengingat perintah tuannya, “belikan sesuatu yang tidak aku punya.”

“Apa, ya? Tuanku sangat kaya, bukankah ia sudah memiliki segalanya?” pikir si bodoh.Setelah berpikir beberapa saat, si bodoh menemukan jawabannya. Ia kembali ke desa itu dan ia membagikan uang yang baru saja ia kumpulkan kepada para penghuni desa.”Tuanku memberikan uang ini untukmu.” katanya. Para penghuni desa sangat gembira. Mereka memuja kebaikan si pedagang itu.

Cerita Pendek Tentang Seorang Pedangan Kaya dan Pelayan Bodoh

Saat si bodoh pulang ke rumah dan melaporkan apa yang sudah ia lakukan, si pedagang menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kamu benar-benar sangat bodoh,” ia mengeluh.Waktu berlalu. Terjadilah sesuatu yang tidak diperkirakan. Pergantian pemimpin karena pemberontakan dan bencana banjir menghancurkan usaha pedagang itu.

Pedagang itupun bankrut. Ia meninggalkan rumahnya dan hanya si bodoh yang mengikuti dirinya. Saat sampai di sebuah desa, entah mengapa, para penduduk desa menyambut mereka dengan ramah dan hangat. Mereka menyediakan sebuah tempat dan makanan untuk si pedagang.

Baca Juga: Cerita Pendek Pedagang dan 4 Istrinya

“Siapa para penghuni desa ini? dan mengapa mereka menolongku?” tanya si pedagang.”Sebelumnya, tuan mengatakan padaku untuk menagih hutang dari para penduduk miskin desa ini.” jawab si bodoh. “Tuan memintaku untuk membelikan sesuatu yang tuan tidak miliki. Aku pikir, tuan sudah mempunyai segalanya. Satu-satunya yang tuan tidak punya adalah cinta dari hati mereka. Kemudian aku mengembalikan uang itu atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka.

Kadang kita tidak menyadari, orang-orang yang kita pikir tidak penting, menjadi orang yang menolong kita di saat sulit. Sadarilah itu! Jangan lupakan sesamamu, karena tidak peduli seberapa kecil kebaikanmu, suatu hari kamu akan menuai berkahnya.

Semoga cerita pendek ini bisa mengingatkan kita tentang timbal balik dari perbuatan yang kita lakukan sebelumnya.

Cerita Pendek Pedagang dan 4 Istrinya

Freewarepack.comCerita Pendek Kebaikan Sekecil Apapun Suatu Saat Pasti Ada Balasannya.  Alkisah, di suatu negeri hiduplah seorang pedagang yang sangat kaya raya. Tiada satu orang pun di negeri itu yang tidak mengenal dirinya. Sang pedagang mempunyai empat orang istri yang sangat cantik cantik. Hanya saja ia kurang memperhatikan istrinya yang pertama. Sehingga istrinya yang pertama sangat kurus dan tak terawat. Namun demikian istri pertama tetap setia kepada suaminya.

Cerita Pendek Pedagang dan 4 Istrinya
Cerita Pendek Pedagang dan 4 Istrinya

Suatu hari, di saat sang saudagar menghadapi sakratul maut, ia memanggil istri istrinya. Kemudian bertanya pada istri ke empat. “Wahai istriku, maukah engkau menemaniku di alam kubur?” kemudian istri keempat menjawab, “Tidak, aku hanya akan memandikan dan mengkafani mu saja” kemudian istri keempat itu pun pergi.

Lalu sang pedagang bertanya lagi pada istri ke tiga dengan pertanyaan yang sama, istri ke tiganya menjawab “Tidak, aku hanya akan mengantarkanmu sampai ke pemakan” kemudian ia pun pergi.

Cerita Pendek Istri ke 2

Lalu pedagang bertanya lagi pada istri ke dua dengan pertanyaan yang sama, namun jawabannya lagi lagi tidak, “Tidak, aku hanya akan menguburkanmu” kemudian ia pun pergi seperti istri istri lainnya.

Sang pedagang pun menyesali dirinya sendiri, istrinya yang dulu di sayang nya tidak mau menemaninya satu orang pun. Tiba tiba istri pertamanya masuk ke dalam kamar sang pedagang dan berkata “Aku akan menemanimu di alam kubur”. Sang pedagang pun terkejut melihat siapa yang berbicara itu, ya itulah istri pertamanya, istri yang bahkan telah dilupkaannya tapi sang istri tetap setia kepadanya. Pedagang itu kembali menyesali nasibnya, “maafkan aku, akku telah menyia nyiakan dirimu, lihatlah dirimu, dirimu begitu kurus dan tak terawat” tangis sang pedagang.
****
Sahabatku, lalu apakah makna yang dapat kita petik dari hikayat tersebut ? istri keempat pedagang tersebut diibaratkan dengan harta dan kekuasaan kita, rumah, mobil, tanah, semuanya akan kita tinggalkan. semuanya itu hanya akan di gunakan untuk membiayai pengurusan jenazah kita, mulai dari pemandian sampai pengentaran kita ke pemakaman

Cerita Pendek Istri ke 3

Istri ke tiga, diibaratkan sebagai karib kerabat, teman, sahabat, rekan kerja, handai taulan yang akan mengantarkan kita sampai ke pemakaman. Dan setelah pemakaman selesai, mereka semua akan meninggalkan kita sendirian.
Istri ke dua, adalah saudara saudara kita, anak, kakak, adik, orang tua. merekalah yang akan menguburkan kita. dan setelah selesai menguburkan kita mereka juga akan pergi meninggalkan kita sendiri.

Baca Juga: Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid

Sedangkan istri pertama yang bersedia menemani sang pedagang di alam kubur, itulah amal perbuatan kita selama di dunia. sehat atau tidak, kurus atau gemuknya amalan yang akan menemani kita kelak di alam kubur hanyalah tergantung kepada apa yang kita lakukan di muka bumi ini, jika kita enggan berbuat baik, maka amalan yang kurus dan sakitlah yang akan menemani kita di alam kubur kelak, dan sebaliknya, jika kita senantiasa berbuat baik maka amalan yang sehat dan gemuklah yang akan menemani kita di alam kubur kelak.
Semoga kita selalu berada di jalan yang benar sesuai dengna tuntunan Allah SWT. Amin…

Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid

Freewarepack.com – Semoga ceritapendek Mengenai Seorang Guru dan Murid ini dapat memberikan pembelajaran untuk kita semua.

Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?

“Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”.

Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid
Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan”.

Yan Hui: “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”
Pembeli kain: “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu”.
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata
kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.” Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Cerita Berlanjut…

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”

Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.

Cerita Berlanjut…

Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”
Confusius bilang: “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Baca Juga: Kumpulan Penyesalan Selama Sekolah yang Harus Dilawan Pengalaman Hidup

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.”

Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid
Cerita ini mengingatkan kita:
Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.

Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Apa yang didapat…

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga

Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.

Cerita Pendek Mengenai Seorang Guru dan Murid

Kumpulan Penyesalan Selama Sekolah yang Harus Dilawan Pengalaman Hidup

Pengalaman hidup dari cerita yang satu ini mengajarkan kita tentang arti sebuah keberanian dan cinta, kesalahan-kesalahan yang selalu kita lakukan berulang kali karena kata ‘TAKUT’.

Kumpulan Penyesalan Selama Sekolah

Baca Juga: Sesuatu yang Kecil Akan Bertambah Besar Jika Dibiarkan Kisah Inspiratif

Kumpulan Penyesalan Selama Sekolah yang Harus Dilawan Pengalaman Hidup
Kumpulan Penyesalan Selama Sekolah yang Harus Dilawan Pengalaman Hidup

Kelas 10…

Saat aku duduk di kelas Bahasa Inggris, aku menatap seorang cewek di sebelahku. Ia adalah teman baikku. Aku menatap rambutnya yang panjang, halus, dan berharap ia milikku. Tetapi ia tidak berpikir sama sepertiku, dan aku tahu itu. Setelah sekolah usai, ia berjalan ke arahku dan menanyakan catatannya yang ketinggalan kemarin.
I Aku memberikannya padanya. Ia berkata ‘terima kasih’ dan memberikan ciuman di pipiku. Aku ingin mengatakan padanya, aku ingin ia tahu bahwa aku tidak ingin hanya menjadi temannya, aku mencintainya tetapi aku terlalu malu… aku tidak tahu mengapa.

Kelas 11…

Telepon berbunyi. Di sisi lain telepon, itu adalah dirinya. Ia menangis, bergumam terus menerus mengenai bagaimana kekasihnya membuat dirinya patah hati. Ia memintaku untuk datang karena ia tidak ingin sendiri, akupun juga begitu. Saat aku duduk di sebelahnya, aku menatap matanya yang lembut, berharap ia milikku. Ia melihatku, mengatakan ‘terima kasih’ dan memberikan ciuman di pipiku. Aku ingin mengatakannya, aku ingin ia tahu bahwa aku tidak ingin hanya menjadi temannya, aku mencintainya tetapi aku terlalu malu… aku tidak tahu mengapa.

Tahun kedua…

Sehari sebelum festival dansa di universitas, ia berjalan ke locker ku. “Pacarku sakit” katanya, “ia tidak akan datang”. Well, aku tidak punya kekasih, dan saat di kelas 7, kita membuat perjanjian bahwa jika tidak ada salah satupun dari kita yang punya pacar, kita akan pergi bersama sebagai teman baik. Dan kitapun melakukannya. Malam itu, setelah semuanya selesai, aku berdiri di depan pintu nya. Aku menatapnya saat ia tersenyum padaku dan menatapku dengan matanya yang bening. Ia berkata “Aku mengalami hari yang menyenangkan, terima kasih” dan memberikan ciuman di pipiku. Aku ingin mengatakan padanya, aku ingin ia tahu bahwa aku tidak ingin hanya menjadi teman, aku mencintainya namun aku terlalu malu… Aku tidak tahu mengapa.

Sehari berlalu, kemudian seminggu, kemudian sebulan …dan lebih banyak waktu berlalu.
Tanpa kusadari, akhirnya datanglah hari kelulusan. Aku melihatnya naik ke panggung untuk di wisuda. Aku ingin memilikinya namun ia tidak memperhatikan aku seperti itu, dan aku tahu. Sebelum semua orang pulang ke rumah, ia mendatangiku dan menangis saat aku memeluknya. Ia kemudian mengangkat kepalanya dari bahuku dan berkata “kamu teman baikku, terima kasih” dan memberikan ciuman di pipiku. Aku ingin berkata padanya, aku ingin ia tahu bahwa aku tidak ingin hanya menjadi teman, aku mencintainya tetapi aku terlalu malu… Aku tidak tahu mengapa.
Sekarang aku duduk di bangku gereja. Wanita itu akan menikah.. wanita yang aku cintai sepanjang hidupku akan menikah sekarang!!! Aku melihat ia berkata ‘aku mau’ dan membawa dirinya ke hidup yang baru, menikah dengan pria lain. Aku ingin ia menjadi milikku, tetapi ia tidak melihatku seperti itu, dan aku tahu. Sebelum ia pergi, ia mendatangiku dan berkata ‘terima kasih’ dan memberikan ciuman di pipiku. Aku ingin berkata padanya, aku ingin tahu bahwa aku tidak ingin hanya menjadi teman, aku mencintainya tetapi aku terlalu malu… Aku tidak tahu mengapa.

Tahun-tahun berlalu…

Aku melihat ke peti mati milik seorang wanita yang dulu pernah menjadi teman baikku. Dalam sebuah upacara keagamaan, mereka membacakan isi buku harian yang pernah ia tulis di saat ia berada di high school. Ia menulis: “Aku menatapnya berharap ia milikku, tetapi ia tidak menyadari aku seperti itu, dan aku tahu itu. Aku ingin berkata padanya, aku tidak ingin hanya menjadi teman, aku mencintainya tetapi akut erlalu malu… Aku tidak tahu mengapa.”
‘Aku juga berharap seperti itu…’ Aku berpikir pada diriku sendiri, dan aku menangis.. I thought to my self, and I cried. Cerita ini adalah cerita yang bisa terjadi kapan saja… bisa saja sedang terjadi sekarang dalam hidupmu .. mungkin !!! Maka tolonglah dirimu sendiri, katakan padanya bahwa kamu mencintainya karena mereka tida akan berada di dunia ini selamanya.

Seperti inilah kisah inspiratif mengenai kesalahan, terimakasih sudah membaca secarik cerita diatas.

Baca Juga: Tetangga yang Menggangu! Pilih Jadi Musuh atau Teman

Tetangga yang Menggangu! Pilih Jadi Musuh atau Teman

Kisah inspiratif kali ini berceritakan seorang tetangga yang menggangu, seorang pemilik ternak mengeluhkan prilaku anjing tetangganya.

Kisah Inspiratif Tetangga yang Menggangu

Alkisah Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta

tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.
Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan
mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?” Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.
“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.
Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasi buruan kepada petani.
Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya.
Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

Itu tadi sekilas kisah, suatu masalah yang sering terjadi disekitar kita dan banyak dari kita yang memilih menjadi musuh, cobalah untuk berpikir tenang dan mediskusikannya dengan orang terdekatmu.

Baca juga: Kisah Inspiratif Memukau Lainnya

Tags Costum: kisah inspiratif mengharuhkan, kisah pertemanan, cerita pendek tentang pertemanan, cerpen menarik tentang tetangga kita, bagaimana cara mengatasi permasalahan dengan tetangga.

Sesuatu yang Kecil Akan Bertambah Besar Jika Dibiarkan Kisah Inspiratif

Kisah Inspiratif kali ini berceritakan seorang raja yang ingin memberikan hadia kepada Pamanya.

Kisah Inspiratif dan Memotivasi 2017

Zaman dahulu di sebuah kerajaan berkuasalah Kaisar yang memiliki seorang penasehat yang sangat bijak dan sangat cerdik. Karena merasa jasa-jasa penasehatnya itu sudah banyak terhadap kerajaan, Sang Kaisar berniat untuk memberikan suatu hadiah istimewa kepadanya. Maka dipanggillah Bapak Penasehat itu. Tiba di hadapannya, Sang Kaisar mengutarakan niatnya memberikan hadiah istimewa.
“Silakan Paman sebutkan, apa saja yang Paman inginkan, akan aku usahakan sebisaku. Rumah, tanah, perhiasan, kuda, pesiar ke negeri lain atau apa saja. Jasa-jasa paman terhadapku dan kerajaan sudah sangat banyak, jadi paman berhak atas hadiah ini.”

Sesuatu yang Kecil Akan Bertambah Besar Jika Dibiarkan Kisah Insppiratif
Sesuatu yang Kecil Akan Bertambah Besar Jika Dibiarkan Kisah Insppiratif image by pixabay

Tidak menyangka akan ditawari hadiah “terserah” itu, bapak penasehat berpikir sejenak. Lalu dengan tenang dan sambil tersenyum-senyum, dia berkata,
“Terima kasih Baginda Kaisar, atas hadiah yang tidak disangka-sangka ini, apalagi hadiahnya hamba boleh menentukan sendiri. Hmm…hamba tidak usah diberi hadiah macam-macam. Cukuplah buat hamba beras saja, beras sebagai lambang kemakmuran negeri kita.”

“Hah..! Cuma beras??” Sang Kaisar terperanjat tidak percaya.
“ Paman hanya minta beras?…Berapa banyak yang harus aku berikan?” tanya Kaisar.

“Ampun Baginda. Hamba tidak meminta banyak-banyak. Cukup satu butir saja,” jawab penasehat, makin membuat penasaran kaisarnya.

“Haahh…satu butir?…Untuk apa satu butir?”tanya Kaisar kembali karena keheranan.

Sambil tersenyum lagi, penasehat yang wajahnya berwibawa itu menjelaskan,
“Maaf Baginda. Sebentar!….Satu butir beras saja untuk besok. Lalu hamba minta lagi 2 butir lusa. Minta dikirim ke rumah hamba. Hari ketiganya, tolong kirim beras 2 kali dari hari ke-2, yaitu 4 butir. Dan seterusnya, setiap hari jumlah butir berasnya dua kali dari hari sebelumnya. Hamba minta hingga hari ketiga puluh, jadi selama 1 bulan saja.”

“Ooh….begitu! Aku kira cuma 1 butir. Wah, hadiah istimewanya aneh sekali. Waduh, cukup itu Paman?” tanya Kaisar kembali meyakinkan.

“Cukup Baginda, itu saja permintaan Hamba,” bapak penasehat menjawabnya.

“Walah, Paman nih bagaimana! Mau dikasih hadiah istimewa, malah mintanya beras. Sedikit lagi! Tapi karena ini adalah hak Paman, aku akan kabulkan permintaan itu. Mulai besok, bapak pengawal ini akan menyediakan berasnya dari gudang beras kerajaan dan mengantarkan beras itu ke rumah Paman.” sambil Sang Kaisar menunjuk seorang pengawal setianya, yang sudah berusia setengah baya.

Mulailah esoknya pengawal kepercayaan raja itu mengantarkan hadiah berupa beras ke rumah penasehat. Satu butir saja! Dengan setengah tidak percaya, sang pengawal membawa sebutir beras itu.
“Apa-apaan ini, minta kok sedikit-sedikit! Hari ini sebutir besok 2 butir, terus lusa 4 butir. Kenapa nggak sekalian saja minta 1 karung ya?!”, pikirnya dalam hati.

Hari berikutnya, diulanglah pengantaran beras ini. Kali ini, 2 butir saja. Seperti halnya dengan hari pertama, sang pengawal bergumam,
“Ringan amat nih tugas! Hari ini 2 butir, kemarin malah cuma 1 butir. Yakh…aneh banget tuh Bapak Penasehat, meskipun beliau sangat bijak dan pandai. Tapi…gak apa-apalah, aku jadi ada kesempatan untuk tugas keluar istana. Kan lebih bebas!”

Hari ketiga, lagi-lagi sang pengawal mengantar beras yang sangat sedikit, 4 butir. “Wah, kalau tiap hari kerjaanku cuma begini, enak banget! Cuma mengambil beberapa butir beras, lalu mengantarnya ke rumah Bapak Penasehat,” pikirnya dengan gembira.

Di hari kesepuluh, mulai timbul kebosanan pada diri sang pengawal. Pada hari itu, dia harus menyiapkan beras sebanyak 512 butir. Masih ringan sih, tapi sudah terasa sulit bagi matanya yang sudah agak lamur untuk menyiapkan beras. Sehingga dia yang biasanya mengambil sendiri beras di gudang, kali ini meminta bantuan orang gudang beras kerajaan untuk membantunya menghitung.

Di hari kedua puluh lima, Sang Kaisar baru merasa sadar, dari hari ke hari, jumlah pengawal dan pegawai yang bertugas di istana terlihat makin berkurang. Kemarin-kemarin, dia merasakan hal itu tapi dia belum sempat menanyakannya ke kepala pengawal dan kepala kepegawaian istana tentang perihal itu. Di hari itu dia panggil pengawal setia, yang selama ini dia berikan tugas mengirimkan hadiah untuk penaseheat kerajaan itu, untuk menghadap. Langsung saja Sang Kaisar bertanya,
“Bapak Pengawal, kemana saja dirimu? Kok, agak jarang kelihatan? Terus pengawal dan pegawai yang lain, pada ke mana ya? Banyak yang tidak masuk?”

“Ampun Baginda, minta maaf sebesar-besarnya. Hamba menyuruh mereka untuk membantu pekerjaan hamba,” pengawal itu berusaha menjelaskan.

“Pekerjaan apa?” kembali kaisar bertanya.

“Menghitung beras!” jawab pengawal.

“Menghitung beras? Lho, bukannya itu bisa ditangani Bapak sendiri. Sedikit kan berasnya?” kaisar merasa heran.

“Ampun Baginda. Memang sedikit awalnya, tapi sekarang-sekarang sudah sangat banyak Tidak sanggup saya menghitungnya. Ini saya perlihatkan!”.
Lalu dia merogoh saku bajunya, mengambil secarik kertas berisi catatan.
“Hari ini hari kedua puluh lima kita memberikan hadiah buat Bapak Penasehat. Jumlah butir beras yang harus disiapkan adalah …..Sebentar Baginda.
Oh, ini. Hari ini 16,777,216 butir!”

“Walah, banyak banget Bapak! Kok bisa?” Kaisar bertambah heran.

“Benar Baginda, berasnya memang sangat banyak yang harus kita siapkan. Bahkan hamba tidak yakin seluruh isi gudang beras kerajaan akan cukup untuk bisa memenuhi permintaan seluruhnya. Ini saja, isi gudang kita sudah mulai menipis. Ditambah….seluruh pegawai gudang sudah hamba kerahkan untuk menghitung. Entah kalau besok, sepertinya hamba harus mengerahkan seluruh pengawal istana,” urai pengawal menjelaskan.

“Waduh, kok bisa begitu ya? Banyak amat!” Sang Kaisar baru menyadari kecerdikan penasehatnya. Awalnya dia memang terlalu memandang rendah permintaannya.

Benar kan, kalau kita tidak teliti dan sering menyepelekan sesuatu yang kelihatan kecil, bisa kurang baik akibatnya. Bahkan bisa fatal.
Yang kecil itu ternyata bisa menjadi besar. Sering kan kita mengalami seperti itu! Meremehkan sesuatu yang terlihat sepintas kecil, dan kurang teliti terhadap suatu permasalahan. Jadi selalu telitilah dengan yang kecil-kecil! Dan pintar-pintarlah mengkalkulasi angka, karena angka adalah bagian dari kehidupan kita yang sangat amat penting.

Eh, coba saya mengetes anda, berapakah jumlah butir beras yang harus disiapkan di hari terakhir? Ada yang tahu?

Nah, kalau itu tahu, coba lagi. Berapa jumlah total beras yang harus disediakan, dari hari pertama hingga hari ketiga puluh?

Kisah Inspiratif terbaru Lainnya Disini

Tags Costum: cerita nyata yang menginspirasi, cerita inspiratif terbaik, kumpulan cerita pendek memotivasi, daftar cerpen inspiratif, hikma dari cerpen, cerita untuk memotivasi diri sendiri, kisah hidupku, kisah tentang kehidupan